Maradona : Klopp Sangat Menarik

Jurgen Klopp, Maradona, Liverpool, Dwight YorkeDiego Maradona, sang legenda sepak bola nomor wahid sedunia belakangan ini pernah mengatakan bahwa ada beberapa pelatih sepak bola yang sering menarik perhatiannya dan salah satu yang membuatnya tertarik adalah Jurgen Klopp. Klopp merupakan pelatih dari Liverpool yang baru dua musim ini membawahi Liverpool yang sebelumnya selama tujuh musim di Borussia Dortmund.

Memang nama Klopp mencuat kepermukaan teutama setelah Ia mengasuh para pemain sepak bola di klub Borussia Dortmund.Sebelumnya memang Ia pernah di Mainz selama tujuh tahun juga namun tak secemerlang di Dortmund. Dengan Dortmund  Ia membawa tim asuhannya membayangi Bayern Munchen yang saat itu merajai dunia persepak bolaan di Jerman. Ia juga membawa Dortmund di level lebih tinggi dalam liga Eropa.

Aksi Klopp yang sangat ekspresif selalu saja menjadi makanan para awak media apalagi melihat gaya bicaranya yang terbuka dan apa adanya. Walaupun begitu Ia tetap menaruh rasa hormat pada pihak lain. Saat Ia pindah ditahun 2015 ke Liverpool, namanya kian melambung.

Di musim ini Ia kini membuat Jordan Henderson sebagai kapten Liverpool dan timnya menjadi lebih atraktif dan memiliki keinginan menang yang  besar. Dan sepak terjang inilah yang ternyata membuat legenda bola Maradona tertarik.

“Jurgen Klopp, di Liverpool. Saya sangat suka dengan apa yang ia sampaikan. Ia tipe pelatih yang memberi saya kepercayaan diri. Sebelumnya di Dortmund dan sekarang di Premier League. Klopp selalu bergerak maju,” tutur Maradona pada Marca Media.

Dwight Yorke yang dulu penah menjadi mesin pencetak gol Manchester United malah menyebutkan bahwa Liverpool memiliki kesempatan yang sangat besar untuk dapat menjuarai Premier League musim ini dibawah kepemimpinannya.

Terbukti saat ini mereka sebenarnya berada diperingkat tiga klasmen sementara bersama rivalnya Arsenal. Dalam minggu ke tujuh, Arsenal  dan Liverpool sama sama menang lima kali, kalah sekali dan imbang sekali. Hanya selisih gol yang membuat Liverpool harus mengalah memberikan peringkat lebih tinggi dibanding Arsenal, padahal mereka lebih banyak memasukan bola dibanding Arsenal.

Saat ini terlihat banyak yang kemudian kembali menjagokan Liverpool untuk menjadi juara musim ini dengan performanya sekarang ini. Dan sepertinya Yorke pun salah satunya.

 

Pemain Yang Tak Seharusnya Dibeli Liverpool

Liverpool merupakan salah satu klub sepak bola yang terbesar di Inggris dan memiliki suporter yang tersebar di sentero dunia. Tak heran jika mereka mampu menarik pemain dengan nama besar untuk bermain di sana selama bertahun-tahun. Sebut saja Superstar mereka seperti Steven Gerrard, Fernando Torres dan Luis Suarez yang mampu menghiasi Stadium Anfield dengan keahlian mereka yang diatas rata rata pemain lainnya. Namun terkadang sekaya apapun Liverpool, mereka pernah salah langkah dalam membeli pemain.

Dibilang salah sepertinya terlalu kejam. Mungkin lebih tepatnya adalah belum mengasah kemampuan mereka lebih jauh. Dan berikut dibawah ini adalah superstar sepakbola yang tidak terlalu memberikan kesan pada Liverpool (dan seharusnya tidak direkrut dalam beberapa tahun belakangan ini).

Alberto Aquilani

Alberto Aquilani dipinang Liverpool di tahun 2009 dari AS Roma, Ia didatangkan sebagai gelandang yang berkelas dan diharapkan dapat menggantikan Xabi Alonso, yang baru pindah ke Real Madrid.  Tercatat ia hanya masuk do Premier League 18 kali penampilansaja. Meskipun memberikan enam assist, Aquilani hanya mampu mencetak satu gol. Ia juga berhasil mencetak satu gol lainnya di kompetisi lain.

Saat Roy Hodgson didatangkan di Liverpool pada tahun 2010 Ia melepaskan Alberto Aquilani dalam membela Liverpool dan dipinjamkan ke Juventus pada awal musim 2010/11. Sekarang Aquilani bermain di klub Seri A Pescara, setelah sebelumnya sempat memperkuat AC Milan, Fiorentina dan Sporting Lisbon.

alberto-aquilani-dan-mario-balotelli-liverpool, liverpool, balotelli, aquilani, jurgen klopp, roy hodgson

Pemain Yang Tak Seharusnya Dibeli Liverpool

Mario Balotelli

Liverpool juga disebut sebut mencoba peruntungan saat merekrut Mario Balotelli dari AC Milan. Rencana awalnya Ia menggantikan Luis Suarez yang pindah ke Barcelona, Namun kenyataannya Balotelli malah gagal total memberikan kemampuannya di Liverpool.

Di musim pertamanya, Balotelli hanya dapat mencetak empat gol saja dari 28 pertandingan. Ia juga sempat dihukum denda dan larangan satu kali bertanding oleh Asosiasi Sepakbola Inggris, FA, karena tayangannya di media sosial yang dilnilai rasis. Akhirnya, Balotelli dipinjamkan ke Milan pada musim berikutnya.

Saat kembali ke Liverpool di musim berikutnya, Ia tak mendapatkan posisi di tim asuhan Jurgen Klopp. Dan akhirnya bergabung dengan klub Prancis Nice setelah sempat kesulitan mendapatkan tim baru. Dan anehnya Ia bermain cukup bagus di sana.

Martin Skrtel Tegaskan Tetap Dukung Liverpool

Pemain Tim Nasional Denmark tersebut juga mengaku sedikit kecewa dengan kegagalan yang dialami The Reds pada dua partai final musim lalu, di Piala FA dan di Final Liga europa. Namun, dia berharap agar klub kesayangannya itu bisa meraih trofi di masa mendatang.

Martin Skrtel Tegaskan Tetap Dukung Liverpool

Defender anyar klub Turki Fenerbahce, Martin Skrtel menegaskan bahwa kepindahannya menuju Klub Turki pada bursa transfer musim panas tahun ini tidak akan mengurangi rasa cintanya kepada Liverpool. Ditegaskan bek berusia 32 tahun tersebut bahwa dia akan terus mendukung skuat asuhan Jurgen Klopp sebagai seorang fans kendati sudah tidak berseragam merah lagi.

Sebagaimana diketahui, Martin Skrtel pada akhirnya memang telah memutuskan meninggalkan Liverpool pada musim panas ini setelah 8,5 tahun berseragam kebesaran The Reds. Sang pemain memilih hijrah ke Liga Super Turki, di mana ia memperkuat Fenerbahce dengan kontrak berdurasi tiga tahun ke depan.

Sang pemain sendiri mengaku percaya, bahwa meskipun dirinya sudah tidak lagi berseragam Liverpool, dirinya tetap masih memiliki cinta yang besar untuk klub asal Merseyside tersebut.

Pada saat yang bersamaan, Skrtel juga angkat bicara mengenai kegagalan Liverpool di dua laga final Kampanye musim lalu.

“Sejak hari ini dan seterusnya, saya akan menjadi Fans Liverpool untuk selamanya. Tentu saja, akan sangat menyenangkan rasanya andai kami memenangkan dua final pada tahun lalu [Capital One Cup, Europa League], namun kami tidak mendapatkan hal itu. Saya Pribadi tentunya sangat berharap agar di masa mendatang mereka bisa memenangkan sesuatu di masa yang akan datang” demikian Bek berusia 31 tahun tersebut.

Liverpool memang gagal juara usai kalah dari Manchester United di final FA Cup musim lalu, mereka kembali kalah di final Liga Europa yang memupuskan harapan bermain di ajang Liga Champions Eropa.

Messi Tegaskan Dirinya Tidak Menipu Siapapun Saat Putuskan Pensiun

Saat memutuskan pensiun dari pentas Internasional selepas Copa America Centenario 2016 beberapa waktu lalu, Messi menegaskan bahwa keputusan tersebut memang benar-benar dia ambil berdasarkan apa yang dia rasakan. Tidak ada niatan untuk menipu atau mencari sensasi.

Messi Tegaskan Dirinya Tidak Menipu Siapapun Saat Putuskan Pensiun

Kaptan Argentina, Lionel Messi, menegaskan kepada publik bahwa dia bukanlah seorang penipu. Seperti diketahui, Comeback Lionel Messi ke timnas Argentina berlangsung manis sebagai mana pemain Barcelona berhasil membawa Argentina menang atas Uruguay 1-0, dalam laga lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Messi sendiri mengakui bahwa dia senang dengan performanya saat berhadapan dengan Suarez Cs, yang bisa disebut sebagai laga come backnya bersama Tim tango. Kendati begitu, Messi menegaskan bahwa dirinya bukanlah penipu. Ketika memutuskan penisun dari pentas internasional beberapa waktu lalu, keputusan tersebut memang sudah bulat, tanpa mengada-ada atau maksud lain yang tersembunyi.

Peraih Lima FIFA Ballon d’Or ini lantas mengaku beruntung karena dia kemudian berpikir dengan Jernih dan mendapat dukungan dari banyak pihak termasuk dari pelatih anyar Tim Tango, Edgardo Bauza, sosok dibalik kepulangan Messi menuju Tim Nasional.

“Saya sendiri merasa sangat senang karena akhirnya saya bisa kembali ke Tim Nasional. Namun saya tidak pernah menipu siapa pun, ketika saya pensiun saya merasakannya. Sangat jelas bahwa Kami sangat kecewa dengan apa yang terjadi, tapi setelah itu saya mulai berpikir jernih. Saya lalu berbicara dengan Paton [nama akrab Edgardo Bauza] dan orang-orang yang menemani saya melalui periode yang sulit ini” ungkap Messi, seperti dikutip TV Publica.

Messi sendiri gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor pertama dalam adu penalti di Final Copa Del Rey 2016 melawan Chile pada Juli lalu.

N’Golo Kante Akui Tolak Tawaran United sebelum Gabung Chelsea

Tawaran dari Manchester United langsung datang dari manajer anyar mereka, Jose Mourinho, yang berbicara mengenai rencana Setan Merah bersama dengan dirinya. Namun, kante yang sempat tertarik kemudian menolak tawaran tersebut.

N'Golo Kante Akui Tolak Tawaran United sebelum Gabung Chelsea

N’Golo Kante, gelandang anyar Chelsea ini angkat bicara mengenai tawaran kontrak yang datang dari pihak Manchester United pada bursa transfer musim panas. Kita semua tahu, Kante sendiri pada akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Chelsea, dan menerima tawaran dari manajer anyar mereka, Antonio Conte.

Gelandang Internasional Prancis ini memang tampil memukau di sepanjang kampanye musim 2015/16 kemarin bersama dengan Leicester City. Dia berperan besar atas sukses yang diraih tim asuhan Claudio Ranieri saat menjuarai Liga Primer Inggris pertama dalam sejarah mereka. Tak heran jika kemudian, Kante diminati oleh sejumlah raksasa Eropa pada bursa transfer musim panas kemarin.

Mulai dari Chelsea, Liverpool, Arsenal dan Manchester City yang diklaim turun dalam perburuan gelandang Internasional Prancis tersebut. Namun, pada akhirnya sang pemain berusia 25 tahun lebih memilih merapat ke Stamford Bridge, dan bermain dibawah arahan manajer anyar, Antonio Conte.

Kesepakatan yang tercapai antara Kante dengan Chelsea, berarti bahwa sang pemain Prancis di ajang Euro 2016 kemarin tersebut telah menolak sejumlah tawaran yang datang sebelumnya. Kante sendiri mengakui hal tersebut, dimana dia juga sempat menolak tawaran dari Manchester United, yang datang langsung dari manajer Jose Mourinho.

”Luar biasa rasanya karena Jose Mourinho sendiri yang menelpon saya, kendati saya sebelumnya memang telah diperingatkan tentang bagaimana cara pendekatan yang dia lakukan. Saya mendengarkan apa yang dia jelaskan, tentang kenapa saya harus pindah ke Manchester United”

”Namun, ketika itu saya berada dalam dua pilihan, bertahan di Leicester atau pergi ke Chelsea. Perundingan saya dengan mereka dilangsungkan, tapi, ketika saya berbicara dengan Chelsea, saya merasakan firasat yang bagus dengan Conte” Demikian ujar Kante sebagaimana dilansir Sky Spors News.

Pengkhianatan Higuain ke Juve Sama Dengan Pengkhianatan Figo ke Madrid

Hal tersebut dikatakan oleh penjaga gawang andalan Napoli, Pepe Reina. Dalam pandangannya, keputusan Higuain untuk hengkang dan kemudian bergabung dengan Juventus, adalah keputusan yang sangat tidak bisa diterima oleh para fans, bak pengkhianatan Luis Figo menuju Madrid.

Pengkhianatan Higuain ke Juve Sama Dengan Pengkhianatan Figo ke Madrid

Keputusan yang diambil Gonzalo Higuain untuk meninggalkan Napoli, lalu bergabung dengan klub Rival, Juventus, pada bursa transfer musim panas tahun ini tak ubahnya seperti pengkhianatan El Clasico yang dilakukan Luis Figo beberapa tahun silam, saat meninggalkan Barcelona lalu bergabung dengan Real Madrid.

Seperti yang sudah diketahui, Gonzalo Higuain memang secara mengejutkan mengambil keputusan kontroversial yang tentu saja menyakiti hati para fans Napoli atau yang kita kenal dengan istilah Neapolitan. Di Saat timnya sedang berjuang keras untuk bisa menyaingi Juventus dalam perburuan Scudetto, el Pipita justru memutuskan hengkang.

Mungkin keputusannya hengkang masih bisa dimengerti, tapi yang tidak diterima para fans Napoli adalah Pemain Argentina bergabung dengan Juventus yang semua orang tahu merupakan musuh bebuyutan I Partenopei. Terkait hal inilah kemudian Pepe Reina, kiper andalan Napoli menganggap Higuain seperti Luis Figo saat mengkhianati Barcelona dan bergabung dengan Real Madrid pada tahun 2001 silam.

Figo memang pernah mengkhianati Barca, usai jalani musim yang bagus bersama raksasa Catalan bahkan menjadi Kapten di tim Utama, pemain asal Portugal justru memutuskan bergabung dengan Real Madrid.

”Penjualan Higuain merupakan hal yang paling sulit untuk diterima oleh para suporter kami. Itu adalah sesuatu yang bisa disejajarkan dengan kejadian Transfer Luis Figo dari Barcelona menuju Real Madrid” Demikian Ujar Reina, yang faktanya adalah mantan pemain Barcelona.

Higuain sendiri telah melakoni debutnya bersama dengan Juventus dan berhasil mencetak gol dalam laga perdana melawan Fiorentina. Cek berita sepak bola lebih terbaru hanya di http://www.loveletterscares.com yang sudah pasti paling terpercaya!

Erick Thohir Mengaku Bangga Gabigol Pilih Gabung Inter Milan

Sosok Konglomerat asal Indonesia yang masih menjabat sebagai Presiden Inter Milan tersebut yakin betul bahwa pelatih anyar Nerazzurri, Frank De Boer, bakal mampu mengeluarkan talenta terbaik dalam diri Gabriel Barbosa. Thohir bangga Gabigol memilih Inter Milan.

Erick Thohir Mengaku Bangga Gabigol Pilih Gabung Inter Milan

Erick Thohir, Presiden Inter Milan ini mengaku senang dengan keputusan yang diambil penyerang muda Brasil, Gabriel Barbosa atau Gabigol pada bursa transfer musim panas tahun ini. Seperti diketahui, penyerang berusia 19 tahun tersebut memang telah resmi bergabung dengan Inter Milan, padahal ada tawaran yang lebih menggiurkan datang dari sejumlah raksasa Eropa lainnya.

Mantan Pemain Santos tersebut memang menjadi salah satu Primadona pada bursa transfer musim panas tahun ini. Sang pemain sendiri mengaku memang berencana untuk hijrah ke Eropa selepas membela Brasil di ajang Piala Olimpiade 2016 yang berlangsung di Rio De Janeiro kemarin.

Mulai dari Barcelona, Paris Saint-Germain, AC Milan, Real Madrid, bahkan Manchester City dan Manchester United juga disebut-sebut ikut terjun dalam perburuan sang pemain berusia 19 tahun tersebut. Sang pemain sendiri tidak mengeluarkan indikasi, tim mana yang dia inginkan untuk bergabung pada musim panas ini.

Akan tetapi, setelah bursa transfer segera mencapai hari terakhir, terungkap sudah tim mana yang jadi pilihan Gabigol. Justru dia lebih memilih bergabung dengan tim Medioker Serie A Italia, Inter Milan. Keputusannya inilah yang membuat Erick Thonir merasa bangga. Taipan asal Indonesia itu juga yakin bahwa Gabigol bakal berkembang dibawah arahan manajer anyar, Frank De Boer.

”Kami bangga karena pada akhirnya Gabigol memilih bergabung ke Tim ini. Dia bakal memiliki peranan yang besar dalam tim ini dalam waktu singkat dan juga yang akan datang. Inter Milan selalu mengamati talenta muda yang dimiliki, dan saya yakin, Frank de Boer adalah pelatih yang tepat untuk mengeluarkan bakat terbaik gabigol” Ujar Thohir sebagaimana dilansir laman resmi Inter Milan. Lihat juga berita sepak bola di http://www.futbolintellect.com, pasti selalu update!